Dalam
kamus besar Bahasa Indonesia, konvensional artinya berdasarkan konvensi/ kesepakatan
umum seperti adat istiadat, kebiasaan, kelaziman. Jadi pembelajaran
konvensional adalah pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru dan sudah
merupakan suatu cara yang lazim sejak dahulu. Menurut Darhim (2002) pembelajaran
konvensional adalah pembelajaran yang masih mengutamakan metode ceramah atau
ekspositori. Pembelajaran matematika masih cenderung lebih terpusat pada guru.
Pada
pembelajaran konvensional siswa cenderung pasif, karena aktivitas belajar
mengajar berpusat kepada guru. Kegiatan pasif yang dilakukan siswa akan
menjadikan siswa kurang memahami konsep matematika karena mereka tidak
melakukan kegiatan penemuan dalam pembelajaran matematika. Proses berpikir
matematispun akan sulit dikembangkan karena siswa menerima pengetahuan dari guru.
Kholik
(dalam Amelia 2013: 14) menerangkan bahwa secara umum cirri-ciri pembelajaran
konvensional adalah:
a. Siswa
adalah penerima informasi secara pasif, dimana siswa menerima pengetahuan dari
guru dan pengetahuan diasumsikan sebagai badan dari informasi dan keterampilan
yang dimiliki sesuai standar.
b. Belajar
secara individual.
c. Pembelajaran
secara abstrak dan teoritis.
d. Kebenaran
bersifat absolut dan pengetahuan bersifat final.
e. Guru
adalah penentu jalannya proses pembelajaran.
f. Perilaku
baik berdasarkan motivasi ekstrinsik.
g. Interaksi
di antara siswa kurang.
h. Guru
sering bertindak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam
kelompok-kelompok belajar.
Adapun
langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode konvensional adalah sebagai
berikut (Rohimah: 2012):
1) guru
memberikan apersepsi terhadap siswa dan memberikan motivasi kepada siswa
tentang materi yang diajarkan,
2) guru
menerangkan bahan ajar secara verbal,
3) guru
memberikan contoh-contoh,
4) guru
memberikan kesempatan untuk siswa bertanya dan menjawab pertanyaannya,
5) guru
memberikan tugas kepada siswa yang sesuai dengan materi dan contoh soal yang
diberikan,
6) guru
mengkonfirmasi tugas yang telah dikerjakan oleh siswa,
7) guru
menuntun siswa untuk menyimpulkan inti pelajaran.
Daftar Pustaka:
Amelia,
A. (2013). Peningkatan Kemampuan
Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Penerapan Pendekatan Metakognitif. Skripsi:
tidak diterbitkan.
Darhim.
(2002). Pengaruh Pembelajaran Matematika Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Siswa
Sekolah Dasar Kelas Awal. Bandung:
FPMIPA UPI
Rohimah,
Siti Maryam. 2012. Metode Ceramah dalam Pembelajaran [On-line]. Tersedia: http://www.rofayuliaazhar.com/2012/06/metode-ceramah-dalam-pembelajaran.html
[21 Maret 2014]


